seketika kantukku hilang...
tapi fikiranku serasa melayang-layang...
tak jelas apa yang mesti tertuang...
hingga memberontak segala asa menerjang...
di tengah hidup yang usang...
jiwaku terbenam namun ragaku mengawang...
hingga tak ingat apa yang...
skip to main |
skip to sidebar
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
Baca Selengkapnya...
puisi cerpen
Kecoak Itu
Kecoak itu mengapung di atas permukaan air..
dan hanya kupandangi
Aku hanya bicara dalam hati..
Ayo, bergeraklah, berenanglah hingga ke tepian..
dan terbanglah bebas...
Yogyakarta, 30 sept 2...
Lalat Lagi.. Lalat Lagi
Lalat-lalat itu berkeliaran kian kemari....
Menari nari di atas sajadah yang terhampar tak rapi...
Seraya menngabarkan lewat nyanyian yang tak musti...
berpadu suara serupa tak seirama pasti...
Kawan-kawan, ayo hepi-hepi...
Dikepung kita dikepung lagi...
Lalat...
HAN..
Han, indahnya permadaniMu...
Hamparan hijau di hadapanku tak jemu memanja mataku...
Di balik letih langkahku, ketemukan kepuasan dalam sejuta kenikmatan dengan karyaMu...
Desiran anginpun seakan mengabarkan rindu
Han, di sini kucoba merengkuh rinduku...
Sang Lalat
Semilir angin menyapu kudukku
Sepoi dingin pun menderu di kamar itu
Jerit mengelisah di balik selimut malamku
Menyeruak rasaku dan berlalu lelapku,
Tak nyenyak malamku, menggelisah resah dingin meragu
Hingga melipat ragaku di harap dengkurku
Tapi...
Senandung Dengkur
Di tengah lelapnya malam...
Seirama lolongan anjing yang meredup redam...
Diantara rintihan keangkuhan yang menikam...
Menyayat senandungmu dalam dengkur yang kian mencekam..
Di alasmu yang bau dan berdebu...
Kau masih bisa bersenandung dengan iramamu...
Sementara...
ngeheng
kusaksikan di kamar kos ku. ..... seorang kawan yang bermimpi jadi penyair. Di hadapan komputer yang sudah sangat butut diiringi suara fals dari sang Iwan ia mengetik... tampaknya menulis puisi.....
kawan yang satu tampak asik es-em-es-an........sembari...
Senandung Sederhana
temaram lampu jalanan beradu dengan cahaya rembulan. Menyinar mereka ke segala penjuru. Di perempatan jalan bocah tak beralas kaki itu bersenandung. Entah rintihan entah jeritan serak dari kerongkongan. Mengharu iba tatapan matanya.
kendaraan berhenti...
Sampai Kapankah
Keluhku di sunyi pagi seakan tak memberi kesejukan.......
Jeritku di terik siang membuat kerontang mendahaga menjerat dalam kerongkongan..........
Rintihku di kegelapan malam...tiada kehangatan yang bersarang di tubuhku........
Kemarin kita mengeluh..........apa...
Akhir Sebuah Cerita
Entah bagaimana aku harus mengakhirinya. Setelah sekian lama aku menuliskan rangkaian cerita di atas lembaran buram hidupku dengan tinta yang sesekali harus kutimpa dengan tambalan-tambalan yang pastinya berbekas.Terlalu banyak coretan-coretan yang tak...
Senandung Rindu
Adik kecilku….
Celoteh ringan di bibirmu….
Sungging di senyummu....
Kembali membayang di pikiranku….
Rengek manja hingga tawa renyah itu bermain di pelupukku…
Kicaumu di telingaku menyeruak syahdu….
Nyanyianmu membelai rindu bergebu..
Gelisahku akan...
Kota Sakit*
Di sini, di kota ini kita masih bisa bernyanyi segala rupa
kita masih bisa berteriak serak memecah sunyi tak ber-apa
tak hingga membahana segala bunyi, tak serupa
melantang menantang segala siapa
Mendahaga kering kerongkongan
makian menyeruak nyanyian...
LYLA : JABLAY PASTI BERLALU
“Bagaimana kau bisa yakin kalau dia itu belahan jiwamu?” tanya Awi.
“Nggak mungkin. Dari matanya aku tahu, dia inginkan aku. Kemarin di warung ini dia berdiri di sampingku. Tangannya pura-pura memijit kepala, tapi ekor matanya selalu mengintipku, mencari-cari...
Rinduku....
Rasa rindu itu seketika menyeruak ketika suara itu menyelinap dalam relungku. Jauh kusimpan rapat-rapat keinginan untuk berjumpa denganmu.
Ah...hari ini kau telah meluluskan dirimu..., dan jauh-jauh hari kau sudah mengharapkan kehadiranku di kelulusanmu...
Copet Itu.......
Kudapati tubuhku terbaring lemah di pembaringan. Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Putih... ruangan itu putih semua, benda-benda yang ada di situ pun tampak terang, dominan warna putih di ruangan itu. Aku bingung sendiri, dimana aku? Kucoba bangkitkan...
Nguap
Hampir tiga jam aku hanya bisa berbengong diri tak bisa memikirkan apa yang mesti kutulis. Mataku sebenarnya sudah terkantuk-kantuk hingga hendak kurebahkan diriku melayani keinginan mata. Tapi enggan rasanya jika harus kuturuti, juga akibat fikiran-fikiran...
G-Mayor
Entah kapan aku dilahirkan atau tepatnya aku dibuat aku tidak tahu. Yang kutahu dan aku sadar saat itu aku sudah berada di dalam sebuah bungkusan plastik dan plastik itu terletak di dalam sebuah kotak kecil. Ketika itu pun aku juga tidak tahu siapa namuku,dari...
Tentang Rasa
Rasa-rasanya aku merasa tak merasakan rasa apa yang kurasa tentang perasaan.....
Karena bila dirasa-rasa takkan terasa...
Dan aku tak merasa mencuri rasa sang rasa yang membuat aku berperasaan rasa yang tak punya perasaanlah yang telah mencuri rasaku...........
Karena...
Narsis Itu Penting
“NARSIS ITU PENTING”. Kata seorang kawan yang juga seorang penulis di suatu sore. Entah apa yang difikirkannya saat itu. Tapi dengan mimik yang setengah bercanda ia justru melanjutkan ocehannya. ”Kita hidup di jaman sekarang ini sangat dibutuhkan yang...
Belati Itu
Mungkin aku tak bisa ungkapkan rasa apa yang kurasa ketika kutikam kau kemarin.
Tapi jauh tersimpan perih ketika kupaksa tanganku mengelap darah yang menempel di belati itu.
Jauh aku merasakan keperihan ketika harus kutahan gejolak emosi.
Karena...
Jumawamu
Terpana pandanganku melihatnya
Tak jumawa bisikku tanpa telinganya
seruak ia ketika ku topang dagu
hingga bisikan itu semakin ragu
tekuk lututmu bisikku dalam teriak
riakku akan menggelombang hingga tak berpijak
mengelisah gelisah semakin membiak
sadarkah...
Senandung Dengkur
Di tengah lelapnya malam...
Seirama lolongan anjing yang meredup redam...
Di antara rintihan keangkuhan yang menikam...
Menyayat senandungmu dalam dengkur yang kian mencekam..
Di alasmu yang bau dan berdebu...
Kau masih bisa bersenandung dengan iramamu...
Sementara...
Wiwin Solihin Wiwin Sholihin Wiwin Solikhin
Tahun 2008 adalah tahun pertama aku 'ngeblog' : cek di sini, entah kenapa terhenti begitu saja. kini kucoba lagi ... semoga berlanjut...
Aku lahir di desa Campang Tiga, Sumatera Selatan. dinamai orang tua ‘Wiwin Solihin’, nama yang bagiku...