Usang 10-10-10

seketika kantukku hilang... tapi fikiranku serasa melayang-layang... tak jelas apa yang mesti tertuang... hingga memberontak segala asa menerjang... di tengah hidup yang usang... jiwaku terbenam namun ragaku mengawang... hingga tak ingat apa yang...
Baca Selengkapnya...

Kecoak Itu

Kecoak itu mengapung di atas permukaan air.. dan hanya kupandangi Aku hanya bicara dalam hati..      Ayo, bergeraklah, berenanglah hingga ke tepian..      dan terbanglah bebas... Yogyakarta, 30 sept 2...
Baca Selengkapnya...

ultah

aku ultah....... ya........
Baca Selengkapnya...

Lalat Lagi.. Lalat Lagi

Lalat-lalat itu berkeliaran kian kemari.... Menari nari di atas sajadah yang terhampar tak rapi... Seraya menngabarkan lewat nyanyian yang tak musti... berpadu suara serupa tak seirama pasti... Kawan-kawan, ayo hepi-hepi... Dikepung kita dikepung lagi... Lalat...
Baca Selengkapnya...

HAN..

Han, indahnya permadaniMu... Hamparan hijau di hadapanku tak jemu memanja mataku... Di balik letih langkahku, ketemukan kepuasan dalam sejuta kenikmatan dengan karyaMu... Desiran anginpun seakan mengabarkan rindu Han, di sini kucoba merengkuh rinduku...
Baca Selengkapnya...

Sang Lalat

Semilir angin menyapu kudukku Sepoi dingin pun menderu di kamar itu Jerit mengelisah di balik selimut malamku Menyeruak rasaku dan berlalu lelapku, Tak nyenyak malamku, menggelisah resah dingin meragu Hingga melipat ragaku di harap dengkurku Tapi...
Baca Selengkapnya...

Senandung Dengkur

Di tengah lelapnya malam... Seirama lolongan anjing yang meredup redam... Diantara rintihan keangkuhan yang menikam... Menyayat senandungmu dalam dengkur yang kian mencekam.. Di alasmu yang bau dan berdebu... Kau masih bisa bersenandung dengan iramamu... Sementara...
Baca Selengkapnya...

ngeheng

kusaksikan di kamar kos ku. ..... seorang kawan yang bermimpi jadi penyair. Di hadapan komputer yang sudah sangat butut diiringi suara fals dari sang Iwan ia mengetik... tampaknya menulis puisi..... kawan yang satu tampak asik es-em-es-an........sembari...
Baca Selengkapnya...

Senandung Sederhana

temaram lampu jalanan beradu dengan cahaya rembulan. Menyinar mereka ke segala penjuru. Di perempatan jalan bocah tak beralas kaki itu bersenandung. Entah rintihan entah jeritan serak dari kerongkongan. Mengharu iba tatapan matanya. kendaraan berhenti...
Baca Selengkapnya...

Sampai Kapankah

Keluhku di sunyi pagi seakan tak memberi kesejukan....... Jeritku di terik siang membuat kerontang mendahaga menjerat dalam kerongkongan.......... Rintihku di kegelapan malam...tiada kehangatan yang bersarang di tubuhku........ Kemarin kita mengeluh..........apa...
Baca Selengkapnya...

Akhir Sebuah Cerita

Entah bagaimana aku harus mengakhirinya. Setelah sekian lama aku menuliskan rangkaian cerita di atas lembaran buram hidupku dengan tinta yang sesekali harus kutimpa dengan tambalan-tambalan yang pastinya berbekas.Terlalu banyak coretan-coretan yang tak...
Baca Selengkapnya...

Senandung Rindu

Adik kecilku…. Celoteh ringan di bibirmu…. Sungging di senyummu.... Kembali membayang di pikiranku…. Rengek manja hingga tawa renyah itu bermain di pelupukku… Kicaumu di telingaku menyeruak syahdu…. Nyanyianmu membelai rindu bergebu.. Gelisahku akan...
Baca Selengkapnya...

Kota Sakit*

Di sini, di kota ini kita masih bisa bernyanyi segala rupa kita masih bisa berteriak serak memecah sunyi tak ber-apa tak hingga membahana segala bunyi, tak serupa melantang menantang segala siapa Mendahaga kering kerongkongan makian menyeruak nyanyian...
Baca Selengkapnya...

LYLA : JABLAY PASTI BERLALU

“Bagaimana kau bisa yakin kalau dia itu belahan jiwamu?” tanya Awi. “Nggak mungkin. Dari matanya aku tahu, dia inginkan aku. Kemarin di warung ini dia berdiri di sampingku. Tangannya pura-pura memijit kepala, tapi ekor matanya selalu mengintipku, mencari-cari...
Baca Selengkapnya...

Rinduku....

Rasa rindu itu seketika menyeruak ketika suara itu menyelinap dalam relungku. Jauh kusimpan rapat-rapat keinginan untuk berjumpa denganmu. Ah...hari ini kau telah meluluskan dirimu..., dan jauh-jauh hari kau sudah mengharapkan kehadiranku di kelulusanmu...
Baca Selengkapnya...

Copet Itu.......

Kudapati tubuhku terbaring lemah di pembaringan. Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Putih... ruangan itu putih semua, benda-benda yang ada di situ pun tampak terang, dominan warna putih di ruangan itu. Aku bingung sendiri, dimana aku? Kucoba bangkitkan...
Baca Selengkapnya...

Nguap

Hampir tiga jam aku hanya bisa berbengong diri tak bisa memikirkan apa yang mesti kutulis. Mataku sebenarnya sudah terkantuk-kantuk hingga hendak kurebahkan diriku melayani keinginan mata. Tapi enggan rasanya jika harus kuturuti, juga akibat fikiran-fikiran...
Baca Selengkapnya...

G-Mayor

Entah kapan aku dilahirkan atau tepatnya aku dibuat aku tidak tahu. Yang kutahu dan aku sadar saat itu aku sudah berada di dalam sebuah bungkusan plastik dan plastik itu terletak di dalam sebuah kotak kecil. Ketika itu pun aku juga tidak tahu siapa namuku,dari...
Baca Selengkapnya...

Tentang Rasa

Rasa-rasanya aku merasa tak merasakan rasa apa yang kurasa tentang perasaan..... Karena bila dirasa-rasa takkan terasa... Dan aku tak merasa mencuri rasa sang rasa yang membuat aku berperasaan rasa yang tak punya perasaanlah yang telah mencuri rasaku........... Karena...
Baca Selengkapnya...

Narsis Itu Penting

“NARSIS ITU PENTING”. Kata seorang kawan yang juga seorang penulis di suatu sore. Entah apa yang difikirkannya saat itu. Tapi dengan mimik yang setengah bercanda ia justru melanjutkan ocehannya. ”Kita hidup di jaman sekarang ini sangat dibutuhkan yang...
Baca Selengkapnya...

berpose

...
Baca Selengkapnya...

Belati Itu

Mungkin aku tak bisa ungkapkan rasa apa yang kurasa ketika kutikam kau kemarin. Tapi jauh tersimpan perih ketika kupaksa tanganku mengelap darah yang menempel di belati itu. Jauh aku merasakan keperihan ketika harus kutahan gejolak emosi. Karena...
Baca Selengkapnya...

Jumawamu

Terpana pandanganku melihatnya Tak jumawa bisikku tanpa telinganya seruak ia ketika ku topang dagu hingga bisikan itu semakin ragu tekuk lututmu bisikku dalam teriak riakku akan menggelombang hingga tak berpijak mengelisah gelisah semakin membiak sadarkah...
Baca Selengkapnya...

Senandung Dengkur

Di tengah lelapnya malam... Seirama lolongan anjing yang meredup redam... Di antara rintihan keangkuhan yang menikam... Menyayat senandungmu dalam dengkur yang kian mencekam.. Di alasmu yang bau dan berdebu... Kau masih bisa bersenandung dengan iramamu... Sementara...
Baca Selengkapnya...

Wiwin Solihin Wiwin Sholihin Wiwin Solikhin

Tahun 2008 adalah tahun pertama aku 'ngeblog' : cek di sini, entah  kenapa terhenti begitu saja. kini kucoba lagi ... semoga berlanjut... Aku lahir di desa Campang Tiga, Sumatera Selatan. dinamai orang tua ‘Wiwin Solihin’, nama yang  bagiku...
Baca Selengkapnya...
 

Copyright © sastra bocah lali omah