Perbatasan

Di sana aku menjumpamu...
Di sana juga aku pernah melepasmu..,
Saat jiwa-jiwa yang bisu berbisik di telinga kiriku,
tak urung aku pun meninggalkanmu

Di perbatasan antara jaga dan mimpi...
Suara mendayumu mengajakku berlari-lari dalam bayangan masa lalu..
Masa aku masih memujimu..., saat murkamu serasa lecutan cambuk di otakku..
Hingga ke masa aku memakimu..., saat candamu masih tak menyadarkan kefanaanku..
Ya, antara puji dan maki..

Di waktu yang masih jauh dari petang ini, aku ingin selalu bersamamu..
Ingin kucumbu setiap jengkal keanggunanmu..,
Ingin kuraih dan kugenggam erat cintamu....,
Ingin kureguk setiap tetes embunmu..
Ingin kurasa nikmatnya belaianmu..
Ingin ku...

Di perbatasan sengal nafasku, antara hidup dan matiku..
aku ingin tetap dalam dekapanmu...
Rengkuh jiwaku selalu...
Hingga belaian sang bayu melenakan lelapku....

Rabbku...
Jangan batasi aku untuk mejamah kemesraanMu..

... saat fajar masih bertahan diri, di tengah kunanti mentari..
Yogyakarta, 30 Mei 2011

5 komentar:

Afif Amrullah mengatakan...

Subhanalloh....
Luar Biasa!

Wiwin Solikhin mengatakan...

subhanallah...
biasa aja bro...

Jhon Ukons Territorial mengatakan...

subhanallah juga

Areyes mengatakan...

sungguh tidaklah mudah kaki melangkah..
menyapa kerikil tajam..

tapi hidup pilihan
maju menerhang
atau mundur menghilang

atau mungkin
lebih baik jika tidak pernah memilih

Wins mengatakan...

makasih bro, hehe,
tidak memilih adalah pilihan (lah.., jdi bingung..) hehehehe..:)

Poskan Komentar

 

Copyright © sastra bocah lali omah