Nulis Lagi

Aku ingin menulis lagi. Tapi entahlah, tulisanku akhir-akhir ini semakin hilang mutunya. Hanya bercerita dari sisi subjektifku belaka. Berceloteh tentang keegoan dan pembenaran dan selalu saja berputar-putar tentang kegalauan hati saja.

Ah, terlalu banyak ruang yang kubutuhkan jika harus kutuliskan segala kegalauan..serasa hanya menjadi pelarian, pembelaan yang pada akhirnya menjadi semakin menjemukan.

Bukankah 'BLOG' ini harusnya menjadi ruang inspirasi atas segala kegelisahanku? Bukankah kegelisahan tak melulu soal 'cinta' walau aku tahu 'tanpa cinta, kemanusiaan di dunia takkanlah ada'

Yk, 12 September 2017
Baca Selengkapnya...

Anugerah

aku terpesona padanya...
entahlah, aku hanya merasa ingin selalu ada di dekatnya...
ada rasa bahagia setiap kali kutatap wajahnya... tapi aku selalu saja merasa gugup bila dia dia balik menatapku... ah..
aku pun tak tahu kapan tepatnya aku merasakan perasaan seperti ini padanya...
mungkin di awal jumpa... ah, setidaknya aku harus bersyukur...
segalanya adalah karunia dan anugerahNya

akhirnya, kurasakan lagi getar-getar di dada..
kudapati lagi rasanya jatuh cinta..
apa sebab aku jatuh cinta aku pun tak tahu...
tapi sebisa mungkin akan kuhindari jika sekedar pelarian atas luka..
ah, kupikir aku benar-benar jatuh cinta.. aku merasa harus peduli padanya..

Rabb, haruskah kuungkapkan saja..
sedang aku merasa tak begitu layak untuk berada di sisinya...
tapi ya, dia layak diperjuangkan dengan mengerahkan segala daya...
atau cukup aku menjadi pemuja rahasia saja.. dan berharap cinta akan mengalir begitu saja..
atau bisa saja kutawarkan cinta..
dan yang pasti saat ini akan kunikmati saja kebersamaan yang sedang terjadi..

Rabb, lembaran baru harus kubuka lagi... dan lembaran lama haruslah benar-benar usang..harus.
aku berharap.. cahaya akan hadir dan menemani, serta menerangi gulitaku..
biarlah malam kian berlalu, karena tanah pun akan selalu membeku.. lalu cahaya akan menyambangi gelap hari-hariku, amin..



Yogyakarta, 11 September 2017
Baca Selengkapnya...

biarkan cinta


Seoarang wanita.. Lembut ia menyebut namanya, hmm mungkin aku bisa jatuh hati padanya.. Atau seandainya bisa aku akan membuatnya jatuh hati padaku.. Ah, aku tak tahu. Apa yang mesti kulakukan.. Mungkin kembali membuka hati pada seseorang akan bisa mengobati rasa sakit di hati ini..

Ya Rabb, seandainya memang benar aku bisa.. Menjalin cinta dengannya.. Aku ingin menjalin hubungan yang sehat, dan jika benar kumohon agar memang berjodoh.. Karena gagal untuk menjalin keseriusan dalam hubungan sangatlah menyakitkan.

Ya Rabb.. Aku tak tahu, apa aku bisa jatuh cinta.. Tanpa adanya pemaksaan atas ego, atau emosi sesaat.. Apalagi aji mumpung.. Tidak ya Rabb. Aku tak akan bisa mengungkap rasa cinta jikalah aku masih mencinta yang lainnya. Aku ingin cinta tanpa ada hati yang mendua. Aku hanya ingin cinta   yang sederhana saja antara aku dan dia. Cukup.

8 September 2017


Baca Selengkapnya...

hmm.. dirgahayu


Hari ini, di hari ulang tahunku.. Akhirnya kurayakan bersama 3 orang teman.. Hmm kami berdiskusi tentang masa lalu, bukan romantisme.. Tapi memang benar-benar masa lalu, yang pada kenyataannya tak bisa dipungkiri baik buruknya adalah hal yang sudah terjadi..

Ah, perayaan yang memang tak direncanakan.. Dan sialnya, aku tak pernah merayakan ultahku dengan orang yang benar-benar kucintai.. Sungguh.. Tapi setidaknya aku pernah merayakan ultah orang yang kucintai.. Ya, berdua saja dengannya.. Tak mungkin kulupa saat itu.

Aku tak benar-benar tahu.. Apakah aku bisa melupakan masa lalu. Ah, waktu terasa semakin berat tanpa adanya dia di sisiku, tapi bisa saja waktulah yang akan memberi jawab.

Dan perayaan pun diakhiri dengan rujakan..
Di emperan masjid,  di sela hembusan angin dan dingin malam yang silih singgah menghampiri..

Ah, biarlah kunikmati hari-hari..

6 September 2017
Baca Selengkapnya...

Berlalu?





Sebulan sudah berlalu sejak perpisahan itu..
Tapi cinta masih terukir rapi di hati..
Bayangnya menyapa di setiap hela napas.. Dan degup jantungku..
Sungguh.. Aku masih belum sanggup berpaling.. Namun aku tiadalah daya agar bisa kembali bersama..
Meski dia kini sudah ada pengganti..
Namun apakah salah jika anganku, bayangku, juga mimpiku tak kubiarkan berlalu.. Tidak..
Tapi bisa saja.. Dan mungkin sudah seharusnya.. Kisahnya hanya jadi kenangan belaka.. Dan perasaannya tetaplah miliknya.. Tak bisa dipaksa.. Mungkin dia masih ada rasa.. Tapi keinginan hati siapa yang tahu.. Biarlah lamunanku jadi debu..

2 Agustus 2017


Baca Selengkapnya...

Bayangnya


Kutatap lukisan di dinding kamarku..
Masih saja.. Aku tak bisa lari..
Masih saja bayangnya menghampiri..
Entahlah.. Aku hanya masih cinta..
Seakan asa masih ada..

Dan aku hanya mampu memaki hari..
Hari-hari yang terasa semakin rumit untuk dilalui..
Rasa sayang darimu hanyalah dalam bayang..
Rasa rindu yang semakin tabu..
Tapi masih saja sakitku tak sebesar cintaku untuknya..
Alangkah merana jiwa jika tak lagi punya rasa cinta..
Apa jadinya dunia ini tanpa cinta..
Tapi entah mengapa cintaku yang begitu membara terasa hanya menjadi sia-sia...

Malam ini, di antara jaga dan mimpi.. Ceritaku masihlah tentangnya..
Di sela senyap yang menyambangi..
Wajahnya hadir.. Bertandang dengan penuh senyuman..

Bahkan berkali aku memimpikannya..
Aku hanya bersyukur walau hanya dalam mimpi saja bisa menatap wajahnya..
Aku tak tahu mungkinkah aku hadir di mimpinya..

Tapi entahlah.. Aku tak tahu apa yang sedang dilakukannya.. Apa yang ada di kepalanya.. Yang kutahu dia tengah terluka.. Di hidupnya..
Tatapan sendu di lukisan itu cukup jelas menggambarkannya.. Entah kapan aku bisa melepas lukisan itu dan Juga kesenduannya yang kerap juga menyiksaku..
Sayangnya aku tak benar-benar tahu kabarnya..

Menjelang Subuh, akhir Agustus 2017


Baca Selengkapnya...

masih saja


Malam ini..
Kutembus dinginnya malam.. Bersama seorang teman.. Kutuju lereng Merapi..
Ah perjalanan ini tak juga.. Seperti napak tilas saja..

Aku berkumpul dengan teman-teman..
Dan di sana aku kembali bersenandung... Kucoba sebaik mungkin 'tuk lontarkan maki.. Tapi tetap saja aku tak mampu.. Tapi tak mengapa.. Aku hanya berusaha menghibur diri..

Bersama teman-teman kuteriakkan segala segala rasa tentangmu.. .
Aku bernyanyi menghibur diri..
Pada api unggun yg sejenak menyala dan kembali redup kulontarkan rindu..

Di dinginnya angin yang selalu menghampiri.. Segala ingatku tentangmu tak juga berlalu..


Serak suaraku... Tak kuhiraukan hingga mendahaga pilu..
Di tengah polahku aku yakin mereka tak akan benar- benar tahu jikalah aku tengah merepih kalbu..

Lalu hembusan angin yang membawa dingin  menusuk menembus ke tulang.. Benar-benar dingin yang mencekam.. Tapi tak juga menyurutkanku bersenandung rindu..

Lagu2 yg kunyanyikan selalu saja ada kenang tentangmu.. Sekali tenggorokanku serasa tersekat.. Pada sebuah lagu yang entah mengapa begitu .. Mengusikku..

Seperti apa rasanya dulu selagi kau masih ada..
Jika ini yang kualami macam begini, kacau hatiku..

Bila boleh sekali lagi ingin kuulang kembali..
Untuk akan menahan diri agar tak ada luka agar tak pergi..

Purnama tertusuk ranting pohon angkasa hatiku yang pilu.. Berapa lamakah hingga nanti, hingga kau datang lagi..

Rasa marah dan gembira antara datang dan kini pergi..
Alangkah hidup warna dirimu..
Terimakasih kau pernah mau..


Dan kegalauan kembali menyelimuti.. Ah..

Hingga.. Suara azan subuh bersahut.. Dan teman2 juga mulai berlalu..masih saja aku terpaku pada api unggun.. Di hadapanku..
Masih saja rapalanku tentangmu tak berlalu..
Karenanya juga, kaliurang punya cerita..
Biarkan saja..
Aku akan bahagia dengan caraku..

Kaliurang, Minggu pagi tanggal 27 agustus..


Baca Selengkapnya...

Rabb, Aku Rindu



Rab, aku bukanlah manusia yang dekat denganMu... Tapi salahkah jika aku meminta padaMu...

Aku merinduMu... Sungguh, tak kupungkiri aku merindukan kehadiranMu dalam hidupku...
Aku tahu Kau Maha Pengampun...
Sungguh.. Ada rasa syukur karena sakit ini... Ya, karena aku masih mengingatMu..

Rabb, rasa cintaku padanya yang mungkin terlalu besar.. Terlalu mengakar.. Hingga waktu berlalu pun wajahnya tak juga hilang.. dalam tidurku yang tak nyenyak sekalipun.. Bayangnya selalu bertandang..
Ya.. Aku merindukannya.. Walau sekedar untuk menatap wajahnya..
Tapi, sungguh aku sadar diri..
Aku tak pantas..
Aku yakin Rabb, semua kembali padaMu.. Entah apa rencanaMu untukku.. Kuharap rasa sakit ini segera berlalu..

Rabb, sungguh.. Aku adalah pendosa.. mungkin ini adalah caraMu agar aku kembali mengingatMu.. Ya, rasa sakit yang bertubi-tubi menderaku bisa jadi adalah karena cemburuMu..

Rabb, Mungkin aku tak sepadan untuknya..
Aku terlalu hina untuk berada di sisinya.. dan menjadi pendampingnya..
Aku terlalu bermimpi dapat bersama dengannya selamanya..
Ya.. Mungkin aku tak terlalu berarti baginya.. Sehingga dengan begitu mudahnya dia berpaling hati.. Bahkan mungkin saat dia masih bersamaku..
Sungguh Rabb..
Alangkah rendahnya harga diriku..

Rabb.. Aku ingin lelap dalam tidurku..
 Aku ingin menjalani jalanku.. Menghidupi hidupku... Aku ingin menikmati hari-hari.. Aku ingin lepas dari bayang tentangnya..
Rabb, diriku memanglah hina, begitu rendah di hadapMu.. Tak pantas untuk meminta.. Tapi aku tetap memaksa untuk meminta.. Karena pada akhirnya kaulah tempat meminta..
Rabb, tak hanya hati.. Rasa sakit ini terus menggerogoti seluruh tubuhku..
Entah dengan cara apa Kau akan menghilangkan rasa sakit ini..  Karena dia tak pernah mengajarkanku untuk itu..

Rabb, aku terlalu awam akan cinta.. Hingga aku kerap tak menyadari jika Kau selalu Cinta.. Mungkin ini caraMu menunjukkan cintaMu..

Waktu terasa semakin berat..
Hari semakin tua..
Bermacam dosa selalu membayang di kepala.. Sungguh Rabb, kurindu ampunMu.. Kumohon ampunanMu..
Rasa empati yang berubah jadi cinta.. Adalah anugerahMu..
Dan rasa sakit karena cinta juga kuyakini adalah anugerahMu..
Mungkin Kau merencanakan sesuatu yang indah buatku..
Entah sampai kapan rasa sakit ini berlalu..

Di riuhnya ombak, saat angin laut mulai bergelayut di tubuhku,
Agustus 2017









Baca Selengkapnya...
 

Copyright © sastra bocah lali omah