Sepenggal Cinta Sederhana

Bumi pun bergelayutan dalam sunyi.. tapi masih ku nikmati heningnya dalam jaga yang menyepi.. masih kucumbui cinta yang tak bertepi.. malam pun merangkak hingga ke peraduannya yang sepi.. masih juga aku berceloteh tentang cinta hingga dini hari Mungkinkah...
Baca Selengkapnya...

Maaf, Kau Harus Pergi

Kawan... pongah, kau menantang menerjang... bak pejuang yang terus berteriak lantang... seakan serak memilu takkan penah bertandang... kau lumat habis kisah yang kau ukir, hingga asa itu menghilang... aku tahu kejenuhan kerap menghampiri... kegalauan...
Baca Selengkapnya...

Auramu Makin Pudar

Dulu…bersamamu kunikmati pesonamu Melintasi hempasan angin yang beriring menerpa ragu namun kini..yang kurasa semua menjadi tiada, terhapus di benakku Ribuan makna yang mengendap dalam segala waktu Hinggap dalam nyanyian rindu yang menggebu Tapi semua...
Baca Selengkapnya...

Puisi Ramadhan

RamadhanMU Rabbku…, Aku bersyukur Kau masih mengizinkanku hadir di RamadhanMu… kini aku berhasrat ada di dekapannya  yang tak kusampaikan di waktu lalu.. Walau sejenak, ingin  kunikmati setiap tetes embunMu  di tengah dahagaku.. Dan kubalut...
Baca Selengkapnya...

Diary Qur'an

Tak tahu aku bagaimana memulainya. Hampir tiga jam aku hanya bisa  berbengong diri tak bisa memikirkan apa yang mesti ku tulis. Mataku sebenarnya sudah terkantuk-kantuk hingga hendak ku rebahkan diriku melayani keinginan mata. Tapi enggan rasanya...
Baca Selengkapnya...

Hidangkan Aku Kopi

saat gitarku tak mampu lagi mengiringi sayatan gemulainya nyanyianmu.... di masa  detik yang terketik untuk syairku terdengar picisan oleh senandungmu.... selagi  tubuhku tergeletak dalam layu dan sosok gersang ...sedang mataku terkulai dalam...
Baca Selengkapnya...

Perbatasan

Di sana aku menjumpamu... Di sana juga aku pernah melepasmu.., Saat jiwa-jiwa yang bisu berbisik di telinga kiriku, tak urung aku pun meninggalkanmu Di perbatasan antara jaga dan mimpi... Suara mendayumu mengajakku berlari-lari dalam bayangan masa...
Baca Selengkapnya...

Benarkah Kau Kawanku

Kawan.., kaulah nikotin yang merampas oksigenku dari kelebatan waktu... hingga nafasku timbul tenggelam dalam lautan masa ke segala penjuru.. menyisakan racun yang bersekutu di dadaku.. Kawan.., kaulah arak yang merenggut tubuhku dari malam ke lain...
Baca Selengkapnya...

Aku dan Kalian

Semayamku akan ingatan tentang kalian.. Nama yang kudekap dan kusebut satu demi satu.. Hingga kita pun tenggelam dalam lautan waktu.. Tanpa wujud kilasan cahaya hingga melarutkan raga.. Hingga tanpa salahnya kutemukan kalian semuanya, mungkin juga kalian...
Baca Selengkapnya...

Catatan Malam di Pegunungan

Kususuri jalan setapak itu.. Hingga tubuh berpeluh, di belukar beluntas melangkah terseok berliku.. Terjal mendaki.. hingga sang malam sampai di penjuru... Desiran angin sesekali menerpa tubuh ringkihku... Hingga kepuasan tiada bertara hadir menyemai...
Baca Selengkapnya...

KISAHKU

Kisahku, mengendap dalam ratap lunglai langkahku di hadapmu.. kujamah dan kurasa dalam nikmat menggebu.. juga rasa mengharu iba yang menggejolak tak tentu Setiap kisah yang ku eja lewat penamu.. menghadirkan diriku dalam kosong hampa tanpa ruang.. hingga...
Baca Selengkapnya...

Galeri Sangu Modar*

Edan..., modal-ngeri... Sedan, solar, sodari segar (saru), galang sang adik gak segan....(moga-lagi) Sedang SDngeri-->SMAngeri modale galau, alang-alang ..(moga-laku), malang... gan.. Eala-he..., oalah-iku galeri sangu modar...??? (galak) gak.....
Baca Selengkapnya...

RITUAL

Gelombang hening berkeliaran di singgasanaku kini.... Sementara lalat lalat beterbangan kian kemari sembari terus bernyanyi... Entah apa yang dinyanyikan oleh lalat-lalat kecil yang terbang mengitari lampu redup di atas kepalaku.... yang tampak menikmati...
Baca Selengkapnya...

BERSENANGLAH KAWAN

Gemericik air yang mengalir dari selokan samping dapur Tempatku bercengkrama bersama anak-anak itu Serasa suara hujan yang tercurah dari langit Di hadapan bocah-bocah itu kumulai ceritaku Terserah, mengalir begitu saja dari mulutku Yang penting mereka...
Baca Selengkapnya...

MENANTI MENTARI

Kunanti sinarmu Tapi senja baru saja pergi Juga hari tadi tak kutemukan sang mentari yang menyinari Malu ia unjuk diri Sementara lampu jalanan mulai menyala Cahayanya yang pias beradu dengan cahaya lain Menyinar mereka ke segala penjuru Tapi bukan...
Baca Selengkapnya...

MERINDUMU

Senja di ujung duka... Ku coba menikmati mengalirnya cahaya... Bercengkrama, membuka topeng segala masa... Bebaskan pundakku dari kesombongan... Bercermin menghapus lara.... Cahaya pias menaburi malam... Angin meredup menggeliat resah... Alam raya,...
Baca Selengkapnya...

Negeri Petaka

Melihat negeri angkuh yang menggejolak Awan gelap beriring menyeruak Segala tangis teriak memekak Hati hanya menggerutu terlontak Negeri itu dibangun oleh hati yang tak bisa merasa Negeri itu dibangun oleh otak yang tak bisa bergerak Negeri itu dibangun...
Baca Selengkapnya...
 

Copyright © sastra bocah lali omah