RITUAL

Gelombang hening berkeliaran di singgasanaku kini....
Sementara lalat lalat beterbangan kian kemari sembari terus bernyanyi...
Entah apa yang dinyanyikan oleh lalat-lalat kecil yang terbang mengitari lampu redup di atas kepalaku.... yang tampak menikmati bau pekat di dalam ruangan menyedihkan ini bersama-sama....
“Wew.. ada barang baru...”otakku coba menebak

Kucoba sebaik mungkin untuk meningkatkan kenyamanan yang membuai di antara gemuruh luruh lututku....

Sepoi angin menerobos melalui ventilasi menyebarkan rasa kantuk berkali-kali....
Api rokok terpejam dan menyala mengikuti irama denyut jantung. Samarnya suara tikus yang mencicit jauh di sana, menambah sempurnanya suasana tenang yang mengiringi parade ritual sakit perut yang kualami.

Dalam situasi sekarang, aku adalah tipe orang yang hanya bisa menunggu, walau bagaimanapun juga aku berusaha memikirkan suara apa yang akan muncul dan dapat memecahkan keheningan yang mengganggu ini.

Ah... “plung”..
kau dengarkah suara merdu itu?

Sunyi....

Dinihari yang menyepi...
April 2010

4 komentar:

Paya Benua, Bangka mengatakan...

hahahahaaa..... syairmu sungguh keterlaluan bro...pasti nulisnya juga pas lagi di tempat ritualnya ya?hahahahahaaaa............
Peace...salam kompak bro!

Wiwin Solikhin mengatakan...

hahaha..., makasih kunjungnnya..., hehehe mas bro bisa aja...

Afif Amrullah mengatakan...

Ah... “plung”..
kulihat Wiwin nongol

hahahaha

Wins mengatakan...

Di depan pintu Wiwin nongol terus nanya :Keras ya Bli?

Afif dengan mimik muka penuh kelegaan sembari senyum ia pun menganggukkan kepalanya, trus ngeliat ke bawah dan ngomong : iya..

Poskan Komentar

 

Copyright © sastra bocah lali omah