LYLA : JABLAY PASTI BERLALU

“Bagaimana kau bisa yakin kalau dia itu belahan jiwamu?” tanya Awi. “Nggak mungkin. Dari matanya aku tahu, dia inginkan aku. Kemarin di warung ini dia berdiri di sampingku. Tangannya pura-pura memijit kepala, tapi ekor matanya selalu mengintipku, mencari-cari...
Baca Selengkapnya...

Rinduku....

Rasa rindu itu seketika menyeruak ketika suara itu menyelinap dalam relungku. Jauh kusimpan rapat-rapat keinginan untuk berjumpa denganmu. Ah...hari ini kau telah meluluskan dirimu..., dan jauh-jauh hari kau sudah mengharapkan kehadiranku di kelulusanmu...
Baca Selengkapnya...

Copet Itu.......

Kudapati tubuhku terbaring lemah di pembaringan. Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Putih... ruangan itu putih semua, benda-benda yang ada di situ pun tampak terang, dominan warna putih di ruangan itu. Aku bingung sendiri, dimana aku? Kucoba bangkitkan...
Baca Selengkapnya...

Nguap

Hampir tiga jam aku hanya bisa berbengong diri tak bisa memikirkan apa yang mesti kutulis. Mataku sebenarnya sudah terkantuk-kantuk hingga hendak kurebahkan diriku melayani keinginan mata. Tapi enggan rasanya jika harus kuturuti, juga akibat fikiran-fikiran...
Baca Selengkapnya...

G-Mayor

Entah kapan aku dilahirkan atau tepatnya aku dibuat aku tidak tahu. Yang kutahu dan aku sadar saat itu aku sudah berada di dalam sebuah bungkusan plastik dan plastik itu terletak di dalam sebuah kotak kecil. Ketika itu pun aku juga tidak tahu siapa namuku,dari...
Baca Selengkapnya...

Tentang Rasa

Rasa-rasanya aku merasa tak merasakan rasa apa yang kurasa tentang perasaan..... Karena bila dirasa-rasa takkan terasa... Dan aku tak merasa mencuri rasa sang rasa yang membuat aku berperasaan rasa yang tak punya perasaanlah yang telah mencuri rasaku........... Karena...
Baca Selengkapnya...

Narsis Itu Penting

“NARSIS ITU PENTING”. Kata seorang kawan yang juga seorang penulis di suatu sore. Entah apa yang difikirkannya saat itu. Tapi dengan mimik yang setengah bercanda ia justru melanjutkan ocehannya. ”Kita hidup di jaman sekarang ini sangat dibutuhkan yang...
Baca Selengkapnya...

berpose

...
Baca Selengkapnya...

Belati Itu

Mungkin aku tak bisa ungkapkan rasa apa yang kurasa ketika kutikam kau kemarin. Tapi jauh tersimpan perih ketika kupaksa tanganku mengelap darah yang menempel di belati itu. Jauh aku merasakan keperihan ketika harus kutahan gejolak emosi. Karena...
Baca Selengkapnya...

Jumawamu

Terpana pandanganku melihatnya Tak jumawa bisikku tanpa telinganya seruak ia ketika ku topang dagu hingga bisikan itu semakin ragu tekuk lututmu bisikku dalam teriak riakku akan menggelombang hingga tak berpijak mengelisah gelisah semakin membiak sadarkah...
Baca Selengkapnya...
 

Copyright © sastra bocah lali omah