Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan

Lagu : Tikus Berpesta

kemiskinan dipelihara
diskriminasi rakyat jelata
sesuap nasi demi perutnya
semakin hari makin sengsara

   korupsi merajalela
   kongkalingkong di mana-mana
   korupsi makin menggila
   tikus-tikus berpesta-pora

   korupsi merajalela
   nyanyian sumbang di pintu istana
   dana siluman bergentayangan
   mengangkangi moral penguasa

yang kaya semakin rakus
yang miskin bertambah kurus
ketimpangan semakin nyata
sejahtera hanya cerita

   korupsi merajalela
   rakyat kecil dirampas haknya
   korupsi makin menggila
   sang jelata hilang nafkahnya

   korupsi di mana-mana
   para binatang berpesta-pora
   jangan tutup mata telinga
   rakyat murka kau kan binasa

Baca Selengkapnya...

Lagu : REZIM BONEKA

Tanah dirampas
upah dipangkas
pendidikan dan kerja
tinggallah cita-cita

jutaan rakyat
hidup sengsara
hidup sejahtera
tak kunjung nyata

ini ulah siapa
ulah rezim boneka
ini kerja siapa
kerja rezim boneka

rezim boneka
adalah sumber derita
rezim boneka
hanya ciptakan sengsara

rezim boneka
musuh kita semua
rezim boneka
kita lawan bersama

sok nasionalis
antek imperialis
di waktu krisis
semakin fasis

manis berjanji
tak ada bukti
terus membodohi
tiada henti

ini ulah siapa
ulah rezim boneka
ini kerja siapa
kerja rezim boneka

rezim boneka
adalah sumber derita
rezim boneka
hanya ciptakan sengsara

rezim boneka
musuh kita semua
rezim boneka
kita lawan bersama
Baca Selengkapnya...

Membual Basi

Mengapa kita masih saja
Berceloteh membual basi
Tentang demokrasi
Tentang eloknya negeri

Dengan bangga bercerita
Negeri ini kaya-raya
Tanah ini tanah surge
Rakyat hidup sejahtera

Ho.. ho.. hoo…
Ho.. ho.. hoo…

Kudengar jerit di sana
Jerit luka sang jelata
Di sela gemulai tawa
Meriah pesta penguasa
Masihkah membual saja
Melihat segala penindasan
marilah kita bangkit melawan
lontarkan suara perlawanan

Cipt: Wins
Baca Selengkapnya...

Perut Buncit

Hei, perut buncit
Menghisap darah rakyat
Berdalih mengentaskan kemiskinan
Rakyat celaka karena ulahnya


Hei, orang pintar
Di sana-sini kau berkoar
Tapi ternyata kelakuanmu makar
Kebijakanmu tak pernah benar
Rakyat pun semakin lapar

Reff:
Hooo.. matamu hijau berkilau-kilau
Bila melihat dana segar terhampar
Hooo.. matamu buta semakin gulita
Bila melihat derita sang jelata

Cipt:  Dipay, Wins, Ajee, Wans
Baca Selengkapnya...

Jurang Ketimpangan

Jerit derita terdengar di sini
Di negeri tercinta ini
Hamparan duka terlihat di sini
Di tanah bumi pertiwi

Pengusaha semakin merajalela
merampas tanah rakyat jelata
Penguasa tergelak dibuai kemewahan
Rakyat merangkak di jurang ketimpangan


Ini terjadi di di sini
Di negeri yang lestari
Ini terjadi di negeri ini
Yang katanya demokrasi

Kekayaannya habis dimonopoli
Kemiskinan semakin menjadi-jadi
Haruskah ini terus terjadi
Terjajah di negeri sendiri

kawan ayo satukan diri
Penindasan harus diakhiri

Bersatu, bangkit dan melawan
Hapuskan segala penindasan
Berjuang adalah keharusan
Perubahan itu keniscayaan

Cipt: Wins
Baca Selengkapnya...

Lagu: Memecah Sunyi (Lontarkan Maki)

(1)
temaram menghantam langit menghitam
kesaksian dibungkam
wajah kusam memaki kelam
menyobek heningnya malam

Bridge:
kulangkahkan kaki
kulontarkan maki
kunyanyikan lagi
tentang sombongnya hari
tentang angkuhnya negeri

Reff:
masihkah ada cinta di nurani
masihkah ada bahagia di negeri ini
masihkah ada cinta di nurani
masihkah ada bahagia di negeri ini

(2)
di bawah angkuh kuasa tiran
terjejal beribu maki
kenyataan dikaburkan
cerita angkuhnya negeri

Bridge:
kulangkahkan kaki
kulontarkan maki
kunyanyikan lagi
tentang sombongnya hari
tentang angkuhnya negeri

Reff:
masihkah ada cinta di nurani
masihkah ada bahagia di negeri ini
masihkah ada cinta di nurani
masihkah ada bahagia di negeri ini
yakinlah ada cinta di nurani
yakinlah ada bahagia di negeri ini

Bridge:
kulangkahkan kaki, kulontarkan maki
teriakkan lagi, memecah sunyi...

Yogyakarta, 29-07-2014
Catatan:
Saya haturkan terimakasih buat cici Like berkat dirimu lagu ini tercipta..
Baca Selengkapnya...

lagu: Sang Pembangun

berjalan di terik surya.. seorang lelaki melangkah duka.. bayang derita nestapa.. di-PHK si tuan kaya.. Reff haruskah ini lukamu.. sang pembangun dirobohkan.. haruskah ini dukamu.. sang pekerja tak berdaya.. haruskah ini nasibmu.. sang penafkah yang tak kerja.. haruskah.. oh.. haruskah.. haruskah.. haruskah ini menjadi.. pengantar lelap si tuan kaya.. Karya: Wins Yk, 24 Juni 2013
Baca Selengkapnya...
 

Copyright © sastra bocah lali omah